Tampilkan postingan dengan label tips computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips computer. Tampilkan semua postingan

Laptop Gaming terbaik 2017

Laptop Gaming terbaik 2017 – Game memang menjadi sebuah candu tersendiri bagi para gamers. Hal tersebut tentunya memberikan ide bag para produsen digital menyediakan Laptop untuk gaming, karena saking tingginya tingkat orang yang suka ngegame tersebut. Ada beberapa laptop yang memang bisa dikatakan sangat bagus di tahun 2017 ini.
Nah ada apa saja laptop tersebut? Ini dia ulasannya.

Laptop Gaming terbaik

1. MSI GT80S 6QD Titan SLI

Laptop Gaming MSI GT80S Titan SLI

Laptop ini memiliki spesifikasi sangat gahar. Kita bisa melihat mulai dari yang pertama yaitu untuk prosesor yang digunakan tersebut sebagai salah satu generasi ke-6 keluaran dari Intel yaitu Intel Core™  i7-6820HK yang pastinya ini akan sangat menunjang kenyamanan bag para gamer. Kemudian dilengkapi dengan teknologi Intel Turbo Boost, yang memiliki kecepatan prosesor mencapai 2.7 GHz dan juga masih bisa ditingkatkan mencapai 3.6 GHz. Spesifikasi yang demikian gahar dari laptop, MSI GT80S 6QD Titan SLI tersebut tentunya tidak akan disalip oleh produk yang lain untuk kurun waktu 3-4 tahun ke depan. Secara sengaja memang teknologi yang dipasang ada pada laptop ini sudah didesain untuk dapat dipakai dalam waktu bertahun-tahun.

2. MSI GT73VR

Laptop MSI GT73VR

Pemasangan NVIDIA® GeForce® GTX 10 Series pada laptop ini akan membawa Anda untuk memasuki dunia baru yang penuh dengan imajinasi. Dengan memiliki kartu grafis yang cukup canggih tersebut dilengkapi dengan menggunakan teknologi NVIDIA® Ansel™ sehingga bisa membuat Anda bisa melihat berbagai tampilan yang ada pada Virtual Reality (VR) terletak di dalam sudut 360 derajat dan visual dengan definisi yang tinggi. Selain itu laptop ini juga di dukung dengan prosesor Intel® Core™  i7-7700HQ yang dimana untuk prosesor ini mampu untuk memberikan tampilan ada di dalam VR 10% menjadi lebih bening dan lancar serta mengefisiensikan daya listrik lebih maksimal. Selain itu masih banyak keunggulan yang lainnya.

3. Lenovo IdeaPad Y900

Laptop Gaming Lenovo IdeaPad Y900

Laptop gaming terbaik berikutnya hadir dari brand Lenovo yang memiliki type IdePad Y900, yang kualitas grafisnya sudah tidak diragukan lagi memiliki tampilan yang sangat jernih dan lebih hidup. Laptop ini juga dibekali dengan menggunakan kartu grafis NVIDIA® GeForce® GTX 980M yang sudah terintegrasi dengan menggunakan teknologi  NVIDIA® G-SYNC. Tidak heran, untuk semua tampilan full HD 1920 x 1080 piksel yang ada pada layar 17 inci tentunya makin halus dan semakin nyata. Untuk performanya, pada laptop ini ditanamkan prosesor Intel® Core™ i7-6820HK. Dengan kinerja prosesor quad-core ini yang tentunya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan quad-core biasa. Terlebih jenisnya termasuk Unlocked Multiplier sehingga ini akan dapat di-oveclock dengan relatif cukup mudah. Untuk dapat melengkapi kedahsyatan suaranya, maka disini tentu Anda dapat  menyambungkan laptop dengan menggunakan subwoofer. Cukup pantas untuk masuk dalam jajaran laptop gaming yang terbaik.

4. Asus ROG GL502VT

Laptop Gaming ROG GL502VT

Laptop ini memiliki desain yang sangat mencolok jika di bandingkan dengan yang lainnya, Laptop ini sangat mudah dikenali karena memiliki desain keyboard yang cukup mencolok. Laptop untuk gamer yang satu ini dilengkapi dengan prosesor Intel® Core™ i7 6700HQ yang kemudian bisa di-boost hingga 3.5 GHz. Untuk menunjang kerja dari prosesor juga ditanamkan RAM sebesar 16GB DDR4 yang memiliki kecepatan 2133MHz. Mengenai grafisnya Laptop ini memiliki dua kepercayaan kartu grafis, yaitu dari Intel HD Graphics 530 dan NVIDIA® GeForce® GTX 970M.

Nah itulah untuk Laptop Gaming terbaik 2017 yang bisa Anda pilih sendiri, mana sekiranya yang tepat dan Anda sukai.

Hacker Kini Dapat Merestore Malware Dari Karantina AntiVirus

AVGater

Hacker Kini Dapat Merestore Malware Dari Karantina AntiVirus - Aplikasi antivirus sejatinya diciptakan untuk melindungi perangkat digital dari serangan virus dan malware. Namun, peranti lunak pelindung tersebut justru digunakan untuk tujuan lain yang berkaitan dengan perusakan atau pencurian data pengguna.


Modus Sang Hacker

Baru-baru ini, seorang auditor keamanan asal Austria, Florian Bogner menemukan modus penyalahgunaan antivirus melalui rekayasa pada fitur "restore from quarantine" (pemulihan dari karantina). Metode penyerangan tersebut dinamai AVGater.

Rekayasa ini memungkinkan hacker untuk mengakses file yang telah dikarantina oleh aplikasi antivirus dan melepaskannya lagi ke sistem. Ibarat penjahat yang dipenjara di kurungan besi kemudian kabur dibebaskan oleh rekannya.

Dalam video berdurasi 23 detik, Bogner menjelaskan secara singkat bagaimana AVGater bekerja dan merekayasa antivirus.

Sebuah antivirus bila mendeteksi adanya malware pada sebuah file, secara otomatis file tersebut akan dimasukkan ke dalam folder karantina.

Setelah "dikurung", file tersebut seharusnya tidak dapat aktif lagi, tidak dapat menginfeksi atau menyerang sistem perangkat. Namun oleh hacker, "penjara" file tersebut bisa dibobol.

Caranya dengan memanfaatkan kelemahan sistem file Windows NTFS yang memungkinkan hacker memindahkan file di folder karantina ke tempat yang diinginkan. Hacker juga memanipulasi fitur pencarian Dynamic Link Library yang memberikan hak penuh terhadap file tersebut.

Setelah mengetahui masalah itu, Bogner langsung menghubungi beberapa vendor antivirus yang rentan terhadap kelemahan.

Beberapa perusahaan antivirus, seperti Emisoft, Ikarus, Kaspersky, Malwarebytes, Trend Micro, dan ZoneAlarm langsung mengambil langkah cepat dengan merilis pembaruan sistem untuk memperbaiki

Penyalahgunaan antivirus untuk keperluan lain ternyata bukan terjadi kali ini saja. pada Oktober 2017 lalu, Dokumen Rahasia Nasional Amerika tahun 2015 diduga diretas dengan menggunakan antivirus Karspersky.

Pencurian dokumen NSA pada saat itu membahas terkait informasi jaringan komputer luar negeri dan perlindungan dari serangan siber. Kasus ini disebut-sebut sebagai pelanggaran keamanan NSA yang paling signifikan.

Saat dituding oleh beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya atas kasus peretasan data,  Perusahaan antivirus asal Rusia tersebut lantas membantah tuduhan tersebut.

Karspersky menyatakan independensinya sebagai sebuah perusahaan skala Internasional yang tidak memiliki keterkaitan pemerintah mana pun termasuk Rusia.

Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8

Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8 - Virtual Memory bisa sangat di butuhkan  ketika kita hendak menjalankan sebuah aplikasi yang banyak menggunakan RAM atau sedang melakukan Multitasking dan bisa mengurangi penyakit Blue Screen. Nah Virtual Memory ini juga sangat membantu jika hanya memiliki RAM dengan kapasitas yang relatif kecil tapi ingin menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Cara kerjanya adalah ketika anda membuka banyak aplikasi, dimana RAM anda tidak cukup untuk menampungnya, Windows akan mentrasfer beberapa aplikasi yang berjalan ke Pagefile. Proses ini dinamakan Paging. Nah, Virtual Memory inilah yang berkontribusi sebagai RAM kedua untuk komputer anda.

Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8

Sebenernya sih Virtual memory ini sudah otomatis dibuat oleh system Windows 8. Tapi kita bisa mengcustomisasi atau mengubah sesuai dengan keinginan kita sendiri. Bagaimana caranya ?? mari kita cari tahu bagaimana Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8
 Pertama kita buka folder atau kalo gak mau susah tinggan klik start(logo windows)+ E

Klik kanan pada This PC kemuadian pilih properties

Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8

Pilih Advanced Sistem settings

Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8


Pada tab Advanced Pilih Settings pada Performance

Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8


Pilih tab Advanced dan pilih Change nah disini kalian bisa menambahkan sendiri mau seberapa banyak kalian mau menambahkan Virtual Memorynya.
Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8


Cara Menambahkan Virtual Memory pada Windows 8


Klik OK

Restart PC supaya Virtual Memory yang kita buat bisa berjalan.

Sekian artikel kali ini,.. kalo ada yang mau nambahin silahkan tinggalkan komentarnya dibawah. Semoga bermanfaat.

Cara setting Virtual Memory di Windows 10

Cara setting Virtual Memory di Windows 10 - Virtual Memory bisa jadi solusi akan masalah berikut. Setiap aplikasi yang anda jalankan di komputer, aplikasi tersebut akan menggunakan memori pada RAM. Yang jadi permasalahan adalah kapasitas RAM tentu terbatas, sehingga aplikasi tidak bisa menggunakan memori RAM seenaknya. Untuk itulah Virtual Memory dapat menjadi solusi akan masalah tersebut.
Dengan Virtual Memory, Windows dapat menjadikan hard drive anda sebagai memori RAM jika memori RAM anda sudah tidak dapat menampung lagi aplikasi yang berjalan.

Cara kerja Virtual Memory (Pagefile)

Virtual Memory atau Pagefile biasanya tersimpan dengan ekstensi .SYS. Direktori penyimpanannya biasanya ada di partisi C. Virtual Memory dapat mempercepat kinerja komputer anda dengan cara mengurangi beban RAM.
Cara setting Virtual Memory di Windows 10


Cara kerjanya adalah ketika anda membuka banyak aplikasi, dimana RAM anda tidak cukup untuk menampungnya, Windows akan mentrasfer beberapa aplikasi yang berjalan ke Pagefile. Proses ini dinamakan Paging. Nah, Pagefile inilah yang berkontribusi sebagai RAM kedua untuk komputer anda.
Pertanyaannya adalah, apakah anda bisa mengatur semua itu?

Cara Setting Virtual Memory Di Windows 10

Di artikel ini, anda akan mengetaui bagaimana cara mengatur virtual memory di Windows 10. Walaupun sebenarnya Virtual Memory sudah diatur secara otomatis oleh Windows, tentu saja anda dapat mengaturnya sesuai keinginan anda. Ini dia cara setting virtual memory di Windows 10.
Performance Options Windows 10
Silahkan anda buka Start dan ketik “performance of windows” dan tekan enter. Maka jendela Performance Options akan muncul seperti gambar diatas.
Pengaturan Virtual Memory Windows 10
Kemudian, klik tab “Advanced”. Pada bagian Virtual Memory, klik “Change”.
Mengatur Manual Virtual Memory Di Windows 10
Hilangkan tanda centang pada “Automatically manage paging file size for all drives”. Kemudian, pilhlah partisi yang ingin anda ubah page memory-nya. Dalam kasus ini, saya memilih partisi C. Kemudian, pilih opsi “Custom size” dan masukkan berapa MB virtual memory yang akan anda alokasikan. Jika sudah, klik OK
Pengaturan Virtual Memory ini kemungkinan juga dapat menjadi solusi jika anda mengalami Blue Screen of Death (BSOD) dengan pesan PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA atau KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR. Jadi pastikan anda bookmark artikel ini jika anda memliki masalah seperti itu.
Sekian artikel Cara Setting Virtual Memory Di Windows 10, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Bantu agar yang lain mengetahui artikel ini dengan cara share ke jejaring sosial anda.Terima kasih.

Cara Setting Access Point TP-LINK

Cara Setting Access Point TP-LINK - Hai sobat, kemaren saya baru aja setting Access Point di kantor desa. Sebenarnya dulu juga udah pernah waktu kelas dua tapi baru sempet posting sekarang. Yah itung – itung sharing ilmu buat sobat sekalian…
Sebelumnya merk Access Point yang digunakan adalah TP-LINK, dan berikut tutorial penyettingannya. Cekidot …

Cara Setting Access Point TP-LINK

  1. Pertama jelas, siapkan Access Pointnya, kemudian pasang antena, kabel arus/power, kabel LAN pada Access Point dan koneksikan kabel LAN ke komputer.
  2. Setting IP Address dengan cara masuk ke Control PanelNetwork Connections – double click pada icon Local Area Connection – pilih Internet Protocol TCP/IP – klik Properties – pilih Use the following IP Address.
  3. Isikan IP Address, misal :IP Address : 192.168.1.2
    Subnet mask : 255.255.255.0
    Preferred DNS server : 192.168.1.254
Kemudian klik OK – Close.

Cara Setting Access Point TP-LINK



4.   Selanjutnya kita panggil IP Address komputer dan IP Address pada Access Point (TP-LINK) untuk mengetes apakah sudah terkoneksi dengan benar.
Klik Start – Run – ketikkan cmd tekan enter – setelah masuk ke command prompt, kita panggil IP Address komputer terlebih dahulu caranya ketik:
ping 192.168.1.2 — tekan Enter
Pinging


5.   Jika berhasil maka akan keluar pesan “Reply from ….”
6.   Sekarang tinggal kita panggil IP Address pada Access Pointnya, untuk mengetahui IP Addressnya silakan lihat pada bagian bawah Access Point. Disana terdapat username, password, dan IP Addressnya. Misal IP Addressnya 192.168.1.254, maka ketikkan pada command prompt sbb:
ping 192.168.1.254 — tekan Enter
ping AP 
7.  Jika berhasil maka akan keluar pesan “Reply from ….”
8. Nah, sekarang tinggal penyettingan Access Pointnya. Buka browser misal Firefox, ketikkan IP Address Access Point tadi (192.168.1.254) pada Address bar tekan Enter.

9.   Masukkan username dan password Access Point (username dan password bisa Anda lihat dibagian bawah Access Point). Biasanya username : admin , password : admin. Kemudian tekan Enter.
 
10. Kita telah masuk dihalaman Admin AP, disinilah kita mengkonfigurasi atau me-manage semua pengaturan dan fungsi Access Point.
 
11.   Masuk ke tab Network, tentukan pengaturan standard sbb :
 
Kemudian klik Save.
12.  Lalu masuk ke tab Wireless (bawahnya tab Network), setting nama SSID misal : Alvin In The Web, Region : Indonesia, Channel : Automatic, Mode: 54Mbps (802.11g). Klik Save
set wireless 
13. Masuk ke tab Wireless Mode, disitu terdapat berbagai pilihan kegunaan TP-LINK ini mulai dari Access Point hingga Repeater, tinggal kita saja yang menentukan sebagai apakah TP-LINK ini. Sesuai misi kita, kita gunakan TP-LINK ini sebagai Access Point. Maka pilih Access Point dan checklist pada Enable SSID Broadcast, klik Save.
 

14.   Terakhir kita masuk ke tab DHCP pilih Enable klik Save.
 
15.   Selesai. Gimana sob mudah bukan cara penyettingannya? Sekarang tinggal kita test melalui Laptop/PDA/Perangkat Wi-Fi lainnya. Selamat mencoba … :D

Fungsi Partisi Hardisk di Linux

Fungsi Partisi Hardisk di Linux - setelah sekian lama pake Linux baru kali ini kepikiran bikin artikel mengenai partisinya, jadi nanti kalian yang membaca bisa sedikit faham dan tidak perlu bertanya lagi ketika akan menginstal system operasi Linux di kemudian hari. oke yuk mari kita mulai.


Fungsi Partisi Hardisk di Linux

Fungsi Partisi Hardisk di Linux

Sebelum kita kenalan sama jenis partisi hardisk di linux ada baiknya kita penyegaran tentang pengertian dan fungsi partisi lebih dulu ya.

Partisi adalah pembagian atau pemisahan secara logis, namun tidak secara fisik suatu hardisk yang digunakan untuk mempermudah manajemen file. Dengan membagi bagi hard disk, seandainya dalam sistem ada kerusakan yang mengharuskan install ulang sistem maka partisi yang lainnya tidak akan terpengaruh.

Fungsi Partisi Hardisk Linux



Untuk lebih jelasnya coba lihat penjelasan dan fungsi partisi pada linux di bawah ini
Bagi kita yang pemula di dunia linux, partisi di linux pasti sedikit membingungkan. Karena partisi hardisk di linux berbeda dengan windows yang sudah sangat familiar untuk di gunakan.

System kerja pada linux pun juga berbeda makanya ketika kita dual boot linux dan windows, saat windows terkena virus si linux tetep aman aman saja, ya karena file system yang di gunakan sudah berbeda.

Dalam Instalasi Linux minimal kita memerlukan dua partisi yaitu  / (dibaca : root) untuk system utama linux dan /swap untuk menyimpan memori virtual sebagai tambahan RAM. Namun, ada yg tidak kalah penting juga yaitu /home untuk menyimpan semua berkas yang kita buat.

Jadi kalau di windows kita mengenal C: sebagai partisi system yang didalamnya ada folder ProgramFile, System32 dan sebagainya maka di linux ada / (root) yang di dalamnya ada /etc /boot dan sebagainya.

cara penyusunan file dari Linux berbeda dengan windows. dalam Linux kita bisa membuat partisi itu sangat banyak. uniknya misalkan kita menginginkan satu tambahan partisi lain maka partisi tambahan tersebut akan di taruh dalam satu ruangan dengan /etc /boot tadi.

Loh jadi kalau partisi / (root) kita format untuk install ulang maka partisi partisi dibawahnya termasuk /home ikut hilang dong ? jawabannya ‘partisi home tidak ikut hilang selama dibikinkan partisi sendiri’.
jadi gini . kalau di Windows kita mengenal partisi yg di labeli C,D,E maka di Linux kita akan menemui SDA1, SDA2 , SDB1 , SDB 2. penjelasannya adalah :

S : menunjukkan SATA
D : singkatan dari DEVICE.
A : menunjukkan bahwa device tersebut adalah device INTERNAL yang ada di dalam komputer seperti Harddisk internal
B : menunjukkan device tersebut adalah device EKSTERNAL seperti harddisk eksternal dan flashdisk.
1 dan 2 menunjukkan nomor urut partisi device.

misal dilakukan installasi OS Linux dan kita menyiapkan tiga buah partisi yaitu SDA1, SDA2, SDA3
SDA1 : digunakan sebagai swap dengan kapasitas 1GB
SDA2 : digunakan sebagai / dengan kapasitas 15GB
SDA3 : digunakan sebagai /home dengan kapasitas 40GB

secara logical /home memang berada di bawah / (root) namun sebenarnya data data nya disimpan dalam SDA3. /home tersebut hanya di link kan ke dalam / (root). atau lebih tepatnya di mount..
ngerti kan ? pembagian seperti itu tidak hanya untuk /home saja partisi lain seperti /var pun bisa dipisahkan seandainya kita masih memiliki partisi lain misalnya SDA4

Dalam Linux, file-file dikelompokkan lebih berdasarkan fungsi, misalnya: semua file konfigurasi akan berada dalam direktori /etc. Tidak seperti Windows yang mengelompokkan file berdasarkan Program, Misalnya program Office, maka semua file program Office akan berada dalam direktori C:/Program Files/Office


/ (root)

Merupakan akar dari seluruh direktori ,digunakan sebagai direktori system atau partisi pokok.


/boot

berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer melakukan booting (proses komputer dari keadaan mati/off menjadi hidup/on) seperti grub.


/sys (system)

berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware.


/bin (binary)

berisi program yang berisi perintah-perintah umum yang bisa digunakan semua user biasa seperti perintah ls (menampilkan isi dari suatu direktori), cd (untuk berpindah direktori).


/sbin (super binary)

berisi program perintah-perintah yang digunakan oleh SuperUser seperti ‘ifconfig’ (menampilkan informasi tentang kartu jaringan atau network device yang terpasang pada komputer) . jika dioprasikan secara tidak tepat bisa merusak.


/lib (library)

Berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binari yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin. Di direktori ini juga tersimpan berbagai macam librari yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan librari bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran. Untuk memudahkan mengingat, direktori ini dianggap kependekan dari ‘library’

/dev (device)

directory yang isinya sebenarnya bukan benar-benar berisi file. Isi dari /dev ini berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terdapat pada system. Misalkan untuk informasi port serial, port printer, dapat di berlakukan seperti membaca file. Misalkan perangkat serial terletak di /dev/tty01, kemudian partisi dalam harddisk di sebut sebagai /dev/sda7. dan lain sebagainya.

/etc

merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.


/home

berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer yang dikelompokan dengan nama user masing masing. didalam direktori /home/nama-user terdapat konfigurasi-konfigurasi lain lagi. oleh karena itu setiap user meski dalam system operasi yang sama bisa mendapat tampilan desktop yang berbeda beda.


/media

merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash disk, bahkan floppy disk juga akan termount di direktori ini


/mnt (mount)

berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer. Dikarenakan pada sistem berbasis kernel 2.6.x sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong.


/usr (user)

didalamnya tersimpan aplikasi dan utiliti yang spesifik dengan user. merupakan tempat dimana user menginstall aplikasi sendiri yang bukan official dari distro.


/root

merupakan “home” nya superuser / root / administrator.


/tmp (temporary)

adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh ketika melakukan proses burning cd maka image (file .iso) dimasukkan ke direktori ini dulu sebelum di burning ke keping cd. Beberapa distro akan otomatis membersihkan isi dari /tmp sewaktu reboot. Direktori /tmp memiliki mode yang sangat terbuka sehingga mudah untuk ditulisi oleh siapa saja. Didalam /var/tmp juga digunakan sebagai penyimpanan file-file sementara, bedanya /var/tmp dengan /tmp yaitu /var/tmp tidak akan dibersihkan saat system reboot.


/var (variative)

Direktori ini berisi data yang sangat dinamis. Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat misalnya file log. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Jika digunakan didalam server. Sangat dianjurkan /var ini untuk diletakkan di partisi terpisah dikarenan direktori /var dapat membengkak dengan sangat cepat


/opt (optional)

berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user hampir sama dengan /usr/sbin/. jarang sekali di gunakan makanya dinamakan optional.

oh iya, perlu juga diingat bahwa penamaan file dan direktori di Linux adalah case-sensitive, artinya huruf besar dan huruf kecil merupakan karakter yang berbeda..

Nah sekian dulu penjelasan tentang partisi linux -nya . kalau ada yang kurang bisa sobat tambahkan di kolom komentar. terimakasih. Semoga bermanfaat.

Perbedaan Format FAT,FAT32 dan NTFS

 Perbedaan Format FAT,FAT32 dan NTFS - FAT (gemuk) ???? bukan sob,.. FAT disini bukan FAT yang artinya gemuk,.. jadi gak usah mikirin kalo nanti setelah baca artikel ini kalian bakalan gemuk,. gak usah lah,.. karena yang dibahas disini adalah format FAT yang ada di format harddisk agan agan,.. jadi gausah takut gemuk ya :D
Oke biar gak penasaran ama FAT yang  gak gemuk, langsung aja kita mulai materiya. cekidot,..
bagian hard drive

Perbedaan FAT,FAT32 dan NTFS

Apa perbedaan antara format FAT, FAT32 dan NTFS ?  FAT dan FAT32 karakteristiknya sama, bedanya FAT32 didesain untuk mendukung kapasitas harddisk yang lebih besar dibandingkan FAT. FAT mendukung volume partisi dari mulai seukuran floppy disk hingga 4 GB, FAT32 mendukung volume partisi dari 512 MB hingga 2 TB (Windows XP hanya mendukung hingga 32 GB saja), sedangkan NTFS mendukung volume partisi dari 10 MB hingga 16 TB. FAT hanya mendukung ukuran file maksimum 2 GB saja, FAT 32 hanya mendukung hingga 4 GB, sementara NTFS mendukung ukuran file hingga 16 GB. Jadi jika anda memiliki flashdisk dengan kapasitas lebih besar dari 4 GB ada baiknya anda mem-formatnya menggunakan format NTFS agar anda bisa meng-copy data yang ukurannya lebih besar dari 4 GB seperti file-file ISO atau film.
Secara lebih rinci, simak penjelasan berikutnya.

Sistem Operasi Microsoft Windows sampai saat ini mempunyai tiga file system:

1. FAT 16 (File Allocation Table 16)

Sebenarnya sebelum FAT16, telebih dahulu sistem file di MS-DOS FAT12, tapi karena banyak kekurangan makanya muncul FAT16, FAT16 sendiri sudah dikenalkan oleh MS-DOS pada tahun 1981. Awalnya, sistem ini didesain umtuk mengatur file fi floppy disk, dan sudah mengalami beberapa kali perubahan, sehingga digunakan untuk mengatur file harddisk. Keuntungan FAT16 adalah kompatibel hampir di semua sistem operasi, baik Windows 95/98/ME, OS/2, Linux dan bahkan Unix. Namun dibalik itu semua masalah paling besar dari FAT16 adalah mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster dalam partisi, jadi semakin besar harddisk, maka ukuran cluster akan semakin besar. selain itu kekurangan FAT16 salah satunya tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi

2. FAT 32 (File Allocation Table 32)

FAT32 mulai di kenal pada sistim Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan lebih dari FAT16. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16. Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di miliki FAT16 yaitu terbatasnya Operating System yang bisa mengenal FAT32. Tidak seperti FAT16 yang bisa di kenal oleh hampir semua system operasi, namun itu bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows XP karena Windows XP tidak peduli file sistim apa yang di gunakan pada partisi.

3. NTFS (New Technology File System)

NTFS di kenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar benar berbeda di banding teknologi FAT. NTFS menawarkan security yang jauh lebih baik, kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data. NTFS merupakan file system standar untuk Windows Xp dan apabila anda melakukan upgrade Windows biasa anda akan di tanyakan apakah ingin mengupgrade ke NTFS atau tetap menggunakan FAT. Namun jika anda sudah melakukan upgrade pada Windows Xp dan tidak melakukan perubahan NTFS itu bukan masalah karena anda bisa mengkonversinya ke NTFS kapanpun. Namun ingat bahwa apabila anda sudah menggunakan NTFS akan muncul masalah jika ingin downgrade ke FAT tanpa kehilangan data.
Pada Umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdeteksi apabila anda melakukan startup-boot menggunakan floopy. Untuk itu sangat disa-rankan kepada anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan file system FAT di awal partisi. Partisi ini dapat anda gunakan untuk menyimpan Recovery Tool apabila mendapat masalah.

nah udah faham kan apa aja Perbedaan Format FAT,FAT32 dan NTFS di HDD kalian,..
terima kasih sudah mampir dan semoga bermanfaat.

Pengenalan Ip Address

 Pengenalan Ip Address - pada kesempatan kali ini  saya akan share sedikit tentang Ip address. bukan alamatnya si IP loh ya, apalagi IPnya IP MAN so pasti bukan lah sob,. kitakan mau membahas tentang komputer bukan mau nggunjingin orang :v,.. oke langsung saja yuk kita ke  materi pembahasannya.

Apa Itu IP ADDRESS ???

ip address
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:

  • IP versi 4 (IPv4)
  • IP versi 6 (IPv6)
Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.
Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal.
Informasi ini bisa diketahui dengan mengkombinasikan IP address dengan 32-bit angka subnet mask. IP address memiliki beberapa kelas berdasarkan kapasitasnya, yaitu Class A dengan kapasitas lebih dari 16 juta komputer, Class B dengan kapasitas lebih dari 65 ribu komputer, dan Class C dengan kapasitas 254 komputer.

 Alamat IP versi 4

Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
  • Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  • Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  • Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

Representasi Alamat

Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
  • Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Template:BrSemua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
  • Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier di mana ia berada.

 Alamat Unicast IP versi 4


Dalam RFC 791, alamat Unicast IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP Oktet pertamaTemplate:Br(desimal) Oktet pertamaTemplate:Br(biner) Digunakan oleh
Kelas A 1–126 0xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B 128–191 1xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C 192–223 110x xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D 224–239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E 240–255 1111 xxxx Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

 Kelas A

Alamat-alamat unicast kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

 Kelas B

Alamat-alamat unicast kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

 Kelas C

Alamat IP unicast kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

 Kelas D

Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

 Kelas E

Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas Alamat Nilai oktet pertama Bagian untuk Network Identifier Bagian untuk Host Identifier Jumlah jaringan maksimum Jumlah host dalam satu jaringan maksimum
Kelas A 1–126 W X.Y.Z 126 16,777,214
Kelas B 128–191 W.X Y.Z 16,384 65,534
Kelas C 192–223 W.X.Y Z 2,097,152 254
Kelas D 224-239 Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address
Kelas E 240-255 Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen
Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa mempedulikan kelas disebut juga dengan classless address.

 Alamat IP lainnya

Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke internet, semua alamat IP dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).

 Alamat publik

alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.
Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan internet.

 Alamat ilegal

Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.

 Alamat Privat

Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap internetwork IP. Pada kasus internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap internet. Karena perkembangan internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.
Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator) yang terhubung secara langsung ke internet.
Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
  • 10.0.0.0/8
  • 172.16.0.0/12
  • 192.168.0.0/16

 10.0.0.0/8

Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Private network 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

 172.16.0.0/12

Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.

 192.168.0.0/16

Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat private network 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.

 169.254.0.0/16

Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).
Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan internet yang sangat pesat.
Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamat-alamat pribadi tersebut di dalam router internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak dapat dijangkau dari internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke internet.

 Alamat Multicast IP versi 4

Alamat IP Multicast (multicast IP address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112.
Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal.
Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.

 Alamat Broadcast IP versi 4

Alamat broadcast IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.
Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

 Network Broadcast

Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.

 Subnet broadcast

Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.
Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.

 All-subnets-directed broadcast

Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.
Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.
Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.

 Limited broadcast

Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.
Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.

Alamat IP versi 6

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.
Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.
Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.

 Format Alamat

Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010
Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:
21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

 Penyederhanaan bentuk alamat

Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:
21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (::). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (::) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.
Alamat asli Alamat asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres
FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2 FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2
FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002 FF02:0:0:0:0:0:0:2 FF02::2
Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.

 Format Prefix

Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.
Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:
3FFE:2900:D005:F28B::/64
Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.

 Jenis-jenis Alamat IPv6

IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:
  • Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
  • Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.
  • Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.
Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:
  • Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
  • Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
  • Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet IPv6.
Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat.

 Unicast Address

Alamat unicast IPv6 dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:
  • Alamat unicast global
  • Alamat unicast site-local
  • Alamat unicast link-local
  • Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address)
  • Alamat unicast loopback
  • Alamat Unicast 6to4
  • Alamat Unicast ISATAP

 Unicast global addresses

Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).
Field Panjang Keterangan
001 3 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal alamat, bahwa alamat ini adalah sebuah alamat IPv6 Unicast Global.
Top Level Aggregation Identifier (TLA ID) 13 bit Berfungsi sebagai level tertinggi dalam hierarki routing. TLA ID diatur oleh Internet Assigned Name Authority (IANA), yang mengalokasikannya ke dalam daftar Internet registry, yang kemudian mengolasikan sebuah TLA ID ke sebuah ISP global.
Res 8 bit Direservasikan untuk penggunaan pada masa yang akan datang (mungkin untuk memperluas TLA ID atau NLA ID).
Next Level Aggregation Identifier (NLA ID) 24 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal milik situs (site) kustomer tertentu.
Site Level Aggregation Identifier (SLA ID) 16 bit Mengizinkan hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah situs individu. SLA ID ditetapkan di dalam sebuah site. ISP tidak dapat mengubah bagian alamat ini.
Interface ID 64 bit Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik (yang ditentukan oleh SLA ID).

 Unicast site-local addresses

Alamat unicast site-local IPv6 mirip dengan alamat privat dalam IPv4. Ruang lingkup dari sebuah alamat terdapat pada internetwork dalam sebuah site milik sebuah organisasi. Penggunaan alamat unicast global dan unicast site-local dalam sebuah jaringan adalah mungkin. Prefiks yang digunakan oleh alamat ini adalah FEC0::/48.
Field Panjang Keterangan
111111101100000000000000000000000000000000000000 48 bit Nilai ketetapan alamat unicast site-local
Subnet Identifier 16 bit Mengizinkan hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah struktur subnet datar. Administrator juga dapat membagi bit-bit yang yang memiliki nilai tinggi (high-order bit) untuk membuat sebuah infrastruktur routing hierarkis.
Interface Identifier 64 bit Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.

 Unicast link-local address

Alamat unicast link-local adalah alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama. Alamat ini mirip dengan konfigurasi APIPA (Automatic Private Internet Protocol Addressing) dalam sistem operasi Microsoft Windows XP ke atas. host-host yang berada di dalam subnet yang sama akan menggunakan alamat-alamat ini secara otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat ini juga memiliki fungsi resolusi alamat, yang disebut dengan Neighbor Discovery. Prefiks alamat yang digunakan oleh jenis alamat ini adalah FE80::/64.
Field Panjang Keterangan
1111111010000000000000000000000000000000000000000000000000000000 64 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal alamat unicast link-local.
Interface ID 64 bit Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.

 Unicast unspecified address

Alamat Unicast yang belum ditentukan adalah alamat yang belum ditentukan oleh seorang administrator atau tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk meminta alamat. Alamat ini sama dengan alamat IPv4 yang belum ditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai alamat ini dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titik dua (::).

 Unicast Loopback Address

Alamat unicast loopback adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess communication (IPC) dalam sebuah host. Dalam IPv4, alamat yang ditetapkan adalah 127.0.0.1, sementara dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.

 Unicast 6to4 Address

Alamat unicast 6to4 adalah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam Internet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai pengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002::/16, dengan tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks dengan panjang 48-bit, dengan format 2002:WWXX:YYZZ::/48, di mana WWXX dan YYZZ adalah representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi dotted-decimal format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Sebagai contoh alamat 157.60.91.123 diterjemahkan menjadi 2002:9D3C:5B7B::/48.
Meskipun demikian, alamat ini sering ditulis dalam format IPv6 Unicast global address, 2002:WWXX:YYZZ:SLA ID:Interface ID.

 Unicast ISATAP Address

Alamat Unicast ISATAP adalah sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini menggabungkan prefiks alamat unicast link-local, alamat unicast site-local atau alamat unicast global (yang dapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bit dengan 32-bit ISATAP Identifier (0000:5EFE), lalu diikuti dengan 32-bit alamat IPv4 yang dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang digunakan dalam alamat ini dinamakan dengan subnet prefix. Meski alamat 6to4 hanya dapat menangani alamat IPv4 publik saja, alamat ISATAP dapat menangani alamat pribadi IPv4 dan alamat publik IPv4.

 Multicast Address

Alamat multicast IPv6 sama seperti halnya alamat multicast pada IPv4. Paket-paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan disampaikan terhadap semua interface yang dikenali oleh alamat tersebut. Prefiks alamat yang digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah FF00::/8.
Field Panjang Keterangan
1111 1111 8 bit Tanda pengenal bahwa alamat ini adalah alamat multicast.
Flags 4 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal apakah alamat ini adalah alamat transient atau bukan. Jika nilainya 0, maka alamat ini bukan alamat transient, dan alamat ini merujuk kepada alamat multicast yang ditetapkan secara permanen. Jika nilainya 1, maka alamat ini adalah alamat transient.
Scope 4 bit Berfungsi untuk mengindikasikan cakupan lalu lintas multicast, seperti halnya interface-local, link-local, site-local, organization-local atau global.
Group ID 112 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal group multicast

 Anycast Address

Alamat Anycast dalam IPv6 mirip dengan alamat anycast dalam IPv4, tapi diimplementasikan dengan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4. Umumnya, alamat anycast digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) yang memiliki banyak klien. Meskipun alamat anycast menggunakan ruang alamat unicast, tapi fungsinya berbeda daripada alamat unicast.
IPv6 menggunakan alamat anycast untuk mengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6 akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke interface terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan alamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyak penerima, karena alamat anycast akan menyampaikan paket kepada salah satu dari banyak penerima.



 Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4

Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP versi 6.
Kriteria Alamat IP versi 4 Alamat IP versi 6
Panjang alamat 32 bit 128 bit
Jumlah total host (teoritis) 232=±4 miliar host 2128
Menggunakan kelas alamat Ya, kelas A, B, C, D, dan E. Template:BrBelakangan tidak digunakan lagi, mengingat telah tidak relevan dengan perkembangan jaringan Internet yang pesat. Tidak
Alamat multicast Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4 Alamat multicast IPv6, yaitu FF00:/8
Alamat broadcast Ada Tidak ada
Alamat yang belum ditentukan 0.0.0.0 ::
Alamat loopback 127.0.0.1 ::1
Alamat IP publik Alamat IP publik IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet (IANA) Alamat IPv6 unicast global
Alamat IP pribadi Alamat IP pribadi IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet Alamat IPv6 unicast site-local (FEC0::/48)
Konfigurasi alamat otomatis Ya (APIPA) Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64)
Representasi tekstual Dotted decimal format notation Colon hexadecimal format notation
Fungsi Prefiks Subnet mask atau panjang prefiks Panjang prefiks
Resolusi alamat DNS A Resource Record (Single A) AAAA Resource Record (Quad A)

Itulah yang dapat saya share pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat.

Mendiagnosa PC pada saat POST dengan kode Suara atau pesan

Mendiagnosa PC pada saat POST dengan kode Suara atau pesan - Mendiagnosa ?? kaya dokter aja ya mendiagnosa, :D mendiagnosa disini gak kaya yang dilakuin sama pak dokter di rumah sakit itu loh. Ya jelas bedalah orang yang kita diagnosa itu laptop/komputer bukan manusia,.. tentunya cara mendiagnosanya juga pasti berbeda. Oke tanpa panjang lebar kali tinggi, langsung saja kita ke materi pembahasan mengenai diagnosa PC. Cekidot,.. :D

Mendiagnosa PC pada saat POST dengan kode Suara atau pesan

 
kode bios

Kita dapat mengenali masalah yang terjadi pada PC (pada saat POST) dengan kode suara maupun pesan. Sehingga kita bias langsung mengetahui apa yang rusak pada PC tanpa harus bingung.
Kode PC pada saat POST itu berbeda beda dan tergantung bios yang kita gunakan.
Kode Suara
Kode Suara
Kemungkinan daerah kerusakan
Tanpa beep Power Supply
Beep terus menerus Power Supply
Beep pendek berulang-ulang Power Supply
1 beep panjang dan 1 beep pendek
Motherboard
1 beep panjang dan 2 beep pendek
Video adapter Card
1 beep pendek dan tidak ada tampilan
Kabel monitor dan atau tampilan
1 beep pendek dan tidak mau boot
Kabel disk, adapter disk atau disk
Macam – macam kode pada PC dengan Bios yang berbeda :
Kode Beep pada BIOS AMI
Beep Code
Descriptions
1 short
DRAM refresh failure
2 short
Parity circuit failure
3 short
Base 64K RAM failure
4 short
System timer failure
5 short
Process failure
6 short
Keyboard controller Gate A20 error
7 short
Virtual mode exception error
8 short
Display memory Read/Write test failure
9 short
ROM BIOS checksum failure
10 short
CMOS shutdown Read/Write error
11 short
Cache Memory error
1 long, 3 short
Conventional/Extended memory failure
1 long, 8 short
Display/Retrace test failed
Award BIOS Beep Codes
Beep Code
Description
1 long, 2 short
Indicates a video error has occurred and the BIOS cannot initialize the video screen to display any additional information
Any other beep(s)
RAM problem.
IBM BIOS
Beep Code
Description
No Beeps
No Power, Loose Card, or Short.
1 Short Beep
Normal POST, computer is ok.
2 Short Beep
POST error, review screen for error code.
Continuous Beep
No Power, Loose Card, or Short.
Repeating Short Beep
No Power, Loose Card, or Short.
One Long and one Short Beep
Motherboard issue.
One Long and Two short Beeps
Video (Mono/CGA Display Circuitry) issue.
One Long and Three Short Beeps.
Video (EGA) Display Circuitry.
Three Long Beeps
Keyboard / Keyboard card error.
One Beep, Blank or Incorrect Display
Video Display Circuitry.
 Kode Pesan Kesalahan
Kode
Uraian
1xx
Kerusakan sistem board
101
Kerusakan sistem board pada interrupt
102
Kerusakan sistem board pada timer
2xx
Kerusakan memory RAM
201
Tes RAM rusak
3xx
Kerusakan keyboard
301
Keyboard tidak terespon
6xx
Kerusakan POST floppy drive atau adapter
601
Kerusakan floppy drive
17xx
Kerusakan hard disk
1701
Kerusakan POST pada unit hard disk
18xx
Kerusakan Unit I/O ekspansi
 1801
Kerusakan POST pada Unit I/O ekspansi

Sekian pembahasan tentang mendiagnosa dengan kode suara atau pesan. Semoga bermanfaat.