Tampilkan postingan dengan label tips jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips jaringan. Tampilkan semua postingan

Biss Key Thaicom 8 Ku Band Terbaru

Biss Key Thaicom 5/8 Ku Band Terbaru - Thaicom adalah satelit milik negara Thailand yang menyiarkan pertandingan sepak bola liga Eropa baik Liga Inggris, Spanyol, Belanda dan Liga Bergengsi Lainnya.

Namun bagi kita jika ingin menonton acara di Satelit ini kita memerlukan kode Biss Key. Hal ini dikarenakan hampir semua channel di satelit Thaicom 5/8 jalur Ku Band ini di acak menggunakan Biss Key. Nah bagi yang belum tahu kode Biss Key di channel-channel pada satelit Thaicom jarang sekali berganti Kode Biss Key walaupun berganti itu hanya pada beberapa channel saja.

Nah bagi yang sudah punya Kode Biss Key Anda juga harus punya sebuah Receiver yang sudah support Biss Key agar kita bisa menikmati acara yang ditayangkan oleh channel-channel yang berada di Satelit Thaicom 5/8 Ku Band.

Oke tanpa panjang lebar saya akan membagikan beberapa kode Biss Key Terbaru agar anda dapat menyaksikan siaran yang ditayangkan.
kode biss key Thaicon Terbaru

Daftar Kode Biss Key Terbaru


Transponder (11170 H 30000)
Nama Channel  SID Bisskey
TVLAO HD 0501/1F5
3B 80 EB A6 2F 32 6D CE
Thaicom HD2 0502/1F6 03 1F E2 04 FC 15 6D 7E
PPTV HD 0504/1F8 C4 70 D1 05 29 8A C0 73
THAICOM 9 0509/1FD AE 22 9F 6F 3F C7 C0 C6
MCOT HD 0505/1F9 35 E9 04 22 F7 04 D7 D2
THAICOM 10 0510/1FE 25 54 D8 51 86 FA 90 10
THAICOM 11 0511/1FF C5 B6 99 14 DF 95 91 05
PNN 0521/209 AF E8 23 BA B2 87 40 79
MyTV 0530 / 212 BC 2C 6E 56 21 AD 58 26
BBTV7 HD 0534 / 0216 1A 3B EA 3F EF B6 05 AA
MWD 0212 / 0530 BC 2C 6E 56 2A 1D 58 26
MWD Music 0213 / 0531 62 23 DA 5F 78 8C C4 C8
MWD Movie 0214 / 0532 79 12 33 BE 0C 5F 58 C3
MRTV ENTERTAINMENT 0215 / 0533 54 F1 0F 54 30 9E F2 C0
Channel 9 0211 / 0529 D9 26 23 22 FD 77 DD 51
MNTV 0210 / 0528 C3 EC AF 5E 5C A4 E8 E8
5 PLUS 20F / 0527 A9 90 8C C5 E3 D1 16 CA
CTN 0526/20E 1D AE E0 AB C3 A1 F5 59

Transponder  (11640 H 30000)

Nama Channel  SID  Biss Key
Skywold1 HD 0015/0021 32 61 6C FF 32 61 6C FF
SKY WORD2 HD 0016/0022 32 61 6C FF 32 61 6C FF
SkyAsia HD  0017/0023 32 61 6C FF 32 61 6C FF
ONE HD  0002 11 17 11 39 11 17 11 39
3 HD  0003 11 17 11 39 11 17 11 39
Amarin TV HD  0004 11 17 11 39 11 17 11 39
CH7 HD  0005 11 17 11 39 11 17 11 39
Thairath HD  0006 11 17 11 39 11 17 11 39
A Film HD  0001 44 32 11 87 44 32 11 87
Series Plus HD  0009 44 32 11 87 44 32 11 87
ANI HD  0011/B 44 32 11 87 44 32 11 87
KIDSONG HD  0012/C 44 32 11 87 44 32 11 87
Travel HD  0013/D 44 32 11 87 44 32 11 87
VarityOne HD  0014/E 44 32 11 87 44 32 11 87
MOTORSPORT HD  0011/0017 44 32 11 87 44 32 11 87
FASHION HD  0012/0018 44 32 11 87 44 32 11 87
Word Story HD  0019 44 32 11 87 44 32 11 87
Brauty HD  0030 44 32 11 87 44 32 11 87
Kaseat HD  0033 44 32 11 87 44 32 11 87

Nah itulah Biss Key Thaicom 5/8 Ku Band Terbaru. untuk channel-channel lainnya akan saya update di kemudian hari dan juga sekalian editing  post jika ada channel tv yang berganti kode Biss Key. Jangan lupa mampir jika ingin mengetahui mengenai update kode Biss Key. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Hacker Kini Dapat Merestore Malware Dari Karantina AntiVirus

AVGater

Hacker Kini Dapat Merestore Malware Dari Karantina AntiVirus - Aplikasi antivirus sejatinya diciptakan untuk melindungi perangkat digital dari serangan virus dan malware. Namun, peranti lunak pelindung tersebut justru digunakan untuk tujuan lain yang berkaitan dengan perusakan atau pencurian data pengguna.


Modus Sang Hacker

Baru-baru ini, seorang auditor keamanan asal Austria, Florian Bogner menemukan modus penyalahgunaan antivirus melalui rekayasa pada fitur "restore from quarantine" (pemulihan dari karantina). Metode penyerangan tersebut dinamai AVGater.

Rekayasa ini memungkinkan hacker untuk mengakses file yang telah dikarantina oleh aplikasi antivirus dan melepaskannya lagi ke sistem. Ibarat penjahat yang dipenjara di kurungan besi kemudian kabur dibebaskan oleh rekannya.

Dalam video berdurasi 23 detik, Bogner menjelaskan secara singkat bagaimana AVGater bekerja dan merekayasa antivirus.

Sebuah antivirus bila mendeteksi adanya malware pada sebuah file, secara otomatis file tersebut akan dimasukkan ke dalam folder karantina.

Setelah "dikurung", file tersebut seharusnya tidak dapat aktif lagi, tidak dapat menginfeksi atau menyerang sistem perangkat. Namun oleh hacker, "penjara" file tersebut bisa dibobol.

Caranya dengan memanfaatkan kelemahan sistem file Windows NTFS yang memungkinkan hacker memindahkan file di folder karantina ke tempat yang diinginkan. Hacker juga memanipulasi fitur pencarian Dynamic Link Library yang memberikan hak penuh terhadap file tersebut.

Setelah mengetahui masalah itu, Bogner langsung menghubungi beberapa vendor antivirus yang rentan terhadap kelemahan.

Beberapa perusahaan antivirus, seperti Emisoft, Ikarus, Kaspersky, Malwarebytes, Trend Micro, dan ZoneAlarm langsung mengambil langkah cepat dengan merilis pembaruan sistem untuk memperbaiki

Penyalahgunaan antivirus untuk keperluan lain ternyata bukan terjadi kali ini saja. pada Oktober 2017 lalu, Dokumen Rahasia Nasional Amerika tahun 2015 diduga diretas dengan menggunakan antivirus Karspersky.

Pencurian dokumen NSA pada saat itu membahas terkait informasi jaringan komputer luar negeri dan perlindungan dari serangan siber. Kasus ini disebut-sebut sebagai pelanggaran keamanan NSA yang paling signifikan.

Saat dituding oleh beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya atas kasus peretasan data,  Perusahaan antivirus asal Rusia tersebut lantas membantah tuduhan tersebut.

Karspersky menyatakan independensinya sebagai sebuah perusahaan skala Internasional yang tidak memiliki keterkaitan pemerintah mana pun termasuk Rusia.

Jenis Jenis Protokol Jaringan Dan Penjelasannya

Protokol Jaringan

Protokol Jaringan

Adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengizinkan terjadinya hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras. Protokol digunakan untuk menentukan jenis layanan yang dilakukan pada internet.
  • HTTP (HyperText Transfer Protokol) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (www). protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus, dan bergenerik yang dapat dipergunakan dalam berbagai macam tipe dokumen.
  • Gopher adalah aplikasi yang dapat mencari yang ada di internet, tetapi hanya "Text Base" saja satau berdasarkan teks. Ghoper sendiri merupakan protokol yang sudah lama dan mulai ditinggalkan karena pengoperasiannya yang tidak sesederhana HTTP.
  • FTP (File Transfer Protokol) adalah sebuah protokol internet yang berjalan didalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file)  komputer antara mesin-mesin dalam sebuah internerwork. FTP merupakan salah satu protokol internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan sampai saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan pengunggahan (upload) berkas-berkas komputer antara client FTP dan server FTP. pada umumnya browser-browser terbaru sudah mendukung FTP.
  • Mailto Protokol ini digunakan untuk mengirim email melalui jaringan internet. Bentuk format pada protokol ini adalah : mailto:nama_email@namahost contoh : mailto:blogtitipinfo@gmail.com.
  • TCP/IP (Transmission Control Protokol/ Internet Protokol) merupakan standar komunikasi data yang digunakan olah komunitas internet dalam tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain didalam jaringan internet.

Jenis Protokol Jaringan

  1. TCP/IP Protokol ini digunakan pada sistem operasi UNIX, LINUX, dan Windows. Protokol TCP/IP Menggunakan IP Address sebagai ID komputer dan merupakan standar protokol yang digunakan untuk komunikasi internet.
  2. NETBEUI Protokol ini digunakan pada sistem operasi Windows. protokol NETBEUI menggunakan Nama komputer sebagai ID komputer. Protokol ini tidak dapat mengirimkan data keluar router (Non-Routable).
  3. IPX/SPX Protokol ini digunakan hanya apda sistem operasi Novell Netware. Protokol IPX/SPX menggunakan MAC Address sebagai ID Komputer.

Protokol Komunikasi

Pada  protokol TCP/IP terdapat beberapa sub protokol yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP mengimplementasikan arsitektur berlapis yang terdiri dari 4 lapis, diantaranya adalah :
  1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap jaringan TCP/IP. protokol ini mencakup protokol DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol), DNS ( Domain Name System), HTTP (HyperText Transfer Protocol), FTP (File Transfer Protocol), Telnet, SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), SNMP (Simple Network Management Protocol) dan masih banyak protokol lainnya. dalam beberapa implementasi stack protokol, sepertihalnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBios over TCP/IP (NetBT).
  2. Protokol lapisan antar host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah TCP ( Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protokol).
  3. Protokol lapisan internetwork : protokol ini bertanggung jawab melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah IP (Internet Protocol), ARP (Address Resolution Protocol), ICMP ( Internet ControlMessage Protocol), dan IGMP ( Internet Group Management Protocol).
  4. Protokol lapisan antarmuka jaringan : protokol ini bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan diatas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN( seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan diatas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Servicess Digital Network (ISDN), Serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).
Oke sekian dulu materi Jenis Jenis Protokol Jaringan Serta Penjelasannya semoga bermanfaat.

Penghitungan Subnet Mask

Penghitungan Subnet Mask - Pada pembahasan kali ini saya akan membahas bagaimana cara menghitung subnet mask. ayo bagi yang belum faham mari kita mulai saja pembahasannya.

range ip address publik

 

Penghitungan Subnet Mask

Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
    1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
    3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
    1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
    3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya 
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
sekian pembahasan kali ini,.. semoga bermanfaat.

Konsep Subnetting Beserta Contohnya

Konsep Subnetting - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit tentang apa itu subnetting dan contohnya dalam kehidupan sehari hari. oke langsung saja kita masuk ke pokok pembahasannya. cekidot,.. 

Konsep Subnetting


Subnetting adalah proses membagi atau memecah sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil atau yang sering di sebut subnet yang bertujuan untuk mempercepat jalur data.

Subnet mask adalah istilah yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID. Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network dentifier diset ke nilai 1. Semua yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
konsep subnetting


Representasi panjang prefiks dari sebuah subnet mask :
Cara yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan bit yang mendefinisikan network identifier sebagai sebuah network prefix dengan menggunakan notasi network prefix seperti tercantum dibawah ini.

panjang prefiks ip address


Contoh : Network identifier dari kelas B 138.96.0.0 memiliki subnet mask 255.255.0.0 dapat direpresentasikan sebagai 138.96.0.0/16

Biasanya dalam perhitungan subnetting semuanya pasti mengenai seputar Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Broadcast Address.IEFT.

Perhitungan subnetting :

Contoh 1 :
Diketahui IP Addres = 192.168.31.2/27.Tentukan :
a. Subnetmask
b. Network Address
c. Broadcast Address
d. Rincian subnetnya

Jawaban :
a. Subnet ask
/27=11111111.11111111.11111111.11100000
255 . 255 . 255 . 224

b. Network Address

Untuk menghitung network address dapat di cari dengan menggabungkan IP Address dan subnetmask dengan menggunakan logika AND, seperti berikut :
Ip address = 192.168.31.2
= 11000000.10101000.00011111.00000010
Netmask /27 = 11111111.11111111.11111111.11100000 AND
Net Address = 11000000.10101000.00011111.00000000
192 . 168 . 31 . 0

c. Broadcast Address

= 11000000.10101000.00011111.11111111
= 192 . 168 . 31 . 255

d. Rincian subnet

jumlah blok subnet yg terbentuk = 2^3 = 8 buah blok
rentang / panjang blok tiap net=32
1.192.168.31.0 – 192.168.31.31
2.192.168.31.32 – 192.168.31.63
3.192.168.31.64 – 192.168.31.95
4.192.168.31.96 – 192.168.31.127
5.192.168.31.128 – 192.168.31.159
6.192.168.31.160 – 192.168.31.191
7.192.168.31.192 – 192.168.31.223
8.192.168.31.224 – 192.168.31.255

Contoh 2 : SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C


Lakukan subnetting pada sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/27 !
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /27 berarti 11111111.11111111.11111111.11100000 (255.255.255.224).
subnet ip kelas C

1. Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2^3 = 8 subnet.
2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. 2^5 – 2 = 30 Host.
3. Blok Subnet = 256 – nilai oktet terakhir subnet mask = 256 – 224 = 32 (kelipatan 32 hingga total 8 subnet/tidak melebihi 255). Subnet berikutnya adalah 32+32= 64 , lalu 64+32= 96 dst . Subnet lengkapnya 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224.
4. host dan broadcast yang valid?
broadcast ip kelas C

Contoh 3 : SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B


Kita coba subnetting pada IP Address class B. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah CIDR /17 sampai /30 . Untuk CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Dari pada bingung, kita pakai contoh aja:
Kita coba hitung dengan subnetmask /17 sampai /24 dulu. Contoh NETWORK ADDRESS 172.16.0.0/17

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
1. Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet.
2. Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^14 – 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
broadcast ip kelas B

Kesimpulan :
Komputer yang dapat saling terhubung dengan komputer lain adalah komputer yang berada pada satu subnet mask. Apabila tedapat dua komputer yang berada pada subnet mask yang berbeda maka komputer tersebut tidak dapat terhubung. Semakin banyak subnetnya maka akan semakin sedikit jumlah hostnya. Proses subnet mask tersebut disebut subnetting.

Komputer dapat terhubung apabila :
  • Net ID sama
  • Host ID berbeda
  • Broadcast sama
  • Netmask sama
Sekian yang bisa saya share pada kesempatan kali ini,.. semoga bermanfaat.